Ibnu Batutah.
Semua proyek

Mobile

KaderKita

FlutterAndroidiOS

Tentang

KaderKita adalah aplikasi mobile hasil kolaborasi PATH, Somia dan RGB yang didanai Bill & Melinda Gates Foundation untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah pedesaan lewat solusi digital. Aplikasi ini memungkinkan kader kesehatan mencatat dan mengelola data kesehatan, bahkan tanpa koneksi internet. Dengan kemampuan offline, data bisa disimpan lalu disinkronkan saat koneksi tersedia, menjadikan KaderKita alat yang andal untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah terpencil.

Hasil

  • Pengumpulan data berbasis kertas berkurang 80%, sehingga kerja lebih efisien.
  • Kader kesehatan menghemat banyak waktu untuk mencatat dan mengakses data pasien.
  • Feedback positif dari pengguna

Peran saya

  • Memimpin pengembangan mobile dengan Flutter dan memastikan UI/UX yang intuitif dan efisien bagi kader kesehatan.
  • Membangun mekanisme pengumpulan data offline dan sinkronisasi agar tetap nyaman dipakai di daerah dengan sinyal lemah.
  • Mengintegrasikan enkripsi data dan kontrol akses untuk melindungi informasi kesehatan yang sensitif.
  • Mengoptimalkan aplikasi untuk perangkat berdaya rendah sehingga performa dan efisiensi baterai meningkat.
  • Bekerja sama dengan backend engineer agar integrasi API dan sinkronisasi data dengan sistem kesehatan berjalan lancar.
  • Menjaga kode tetap bersih, scalable dan terdokumentasi dengan baik sesuai best practice Flutter.

Tantangan & solusinya

Akses internet terbatas

Menghadirkan pengumpulan data offline dan sinkronisasi otomatis saat koneksi tersedia.

Akurasi & konsistensi data

Menerapkan form kesehatan baku dan validasi real-time untuk mengurangi kesalahan input.

Literasi digital kader yang rendah

Merancang antarmuka yang mudah digunakan dan memberikan dukungan pelatihan agar adopsi lancar.

Keterbatasan perangkat & baterai

Mengoptimalkan aplikasi agar hemat daya dan tetap berjalan di perangkat spesifikasi rendah.

Keamanan & privasi data

Menerapkan penyimpanan terenkripsi dan kontrol akses yang aman untuk melindungi data kesehatan yang sensitif.

Fitur utama

  • Pengumpulan data secara offline
  • Sinkronisasi data yang mulus
  • Desain sederhana dan intuitif untuk kader kesehatan
  • Rekam data kesehatan yang lengkap
  • Geotagging & pemetaan
  • Form kesehatan yang bisa disesuaikan
  • Terhubung dengan database kesehatan yang sudah ada untuk berbagi data dengan mulus

Teknologi

Mobile
Flutter
Backend
Nestjs
Database
PostgreSQLIsarDB (Used for mobile offline data storage)
Other
Geocoding

Di balik proyek

Di sebuah desa terpencil di Papua, tempat akses internet sangat terbatas dan pencatatan berbasis kertas memperlambat layanan kesehatan, sekelompok kader kesehatan berkumpul untuk mencoba solusi baru: KaderKita. Dirancang untuk mengubah cara pengumpulan data kesehatan di pedesaan, aplikasi ini bisa dipakai secara offline sehingga kader dapat mencatat, menyimpan dan kemudian menyinkronkan data pasien tanpa perlu koneksi internet terus-menerus.

Saat program percontohan berjalan, para kader menyambut aplikasi ini dengan antusias. Selama bertahun-tahun mereka mengandalkan catatan tulisan tangan yang sering hilang dan membuat penanganan terlambat. Kini dengan KaderKita, mereka bisa mencatat riwayat medis, memperbarui penanganan dan menandai lokasi dengan cepat, langsung dari perangkat mobile mereka.

Kader kesehatan di Papua menggunakan KaderKita

Setelah program percontohan di Papua berhasil, tim proyek kini menyempurnakan KaderKita berdasarkan masukan dari lapangan. Pembaruan berikutnya akan menghadirkan analitik real-time, dukungan multibahasa dan integrasi yang lebih luas dengan sistem kesehatan nasional, agar lebih banyak komunitas merasakan manfaatnya.

Perjalanan ini baru dimulai, tapi satu hal sudah jelas: KaderKita menjembatani kesenjangan layanan kesehatan di pedesaan, satu catatan digital demi satu catatan digital.

Rencana ke depan

  • Meningkatkan kemampuan offline untuk mendukung pengumpulan data kesehatan yang lebih kompleks.
  • Mengintegrasikan analitik data real-time agar kader bisa mengambil keputusan lebih baik.
  • Menambahkan dukungan multibahasa agar lebih mudah diakses berbagai komunitas.